Misi Perdamaian Dunia Merupakan Misi Kemanusiaan Yang Sangat | Majalah Tentara Nasional Indonesia

Misi Perdamaian Dunia Merupakan Misi Kemanusiaan Yang Sangat


Kategori :
Edisi : Minggu, 1 April 2018
Penerbit :

Misi Perdamaian Dunia, Modal Kekuatan Bangsa

Peran aktif TNI dalam tugas perdamaian dunia yang dimulai sejak tahun 1957 semakin mengharumkan nama Indonesia. Keberadaan ribuan prajurit TNI mengemban mandat PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di beberapa belahan dunia saat ini, seperti di Lebanon, Kongo, Nepal, Sudan, Liberia, dan Georgia menjadi bukti nyata komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Sesuai data dari PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian), tahun 1957 TNI pertama kali bergabung dengan misi perdamaian PBB, Konga I Mesir, dengan jumlah 559 pesonel. Misi kedua UNOC di Kongo tahun 1960 berjumlah 1.074 orang, selanjutnya misi-misi yang diikuti Kontingen Garuda diterjunkan untuk menjaga perdamaian di berbagai negara antara lain UNEF di Mesir (1973-1979), UNIMOG di Irak (1988-1990), UNTAC (United Nations Transitional Authority in Cambodia) di Kamboja (1992), UNIKOM di Kuwait (1993), UNPROFOR di Bosnia (1995), UNPREDEP di Macedonia (1996), UNTAES di Slovenia Timur (1997), UNAMSIL di Siera Leone (2002), Monuc di Kongo (2004).

Sejak 2006 sampai saat ini Indonesia mengirimkan misi United Nations Interim Force in Lebanon  (UNIFIL) ke Lebanon, Kompi Zeni (Kizi) ke Kongo dan Haiti serta UNAMID (United Nations Mission in Darfur) ke Darfur-Sudan. Peran aktif Indonesia dalam misi menjaga perdamaian dunia dengan mengirimkan ribuan personel TNI (sampai saat ini telah mencapai 32.191 prajurit) ke berbagai negara konflik, mendapat apresiasi  dari PBB. Terlebih lagi, Indonesia juga memiliki pusat pelatihan penyiapan pasukan penjaga perdamaian dengan fasilitas kelas dunia.

Partisipasi aktif dalam perdamaian dunia sebagaimana disebutkan di atas, merupakan salah satu tujuan nasional yang ingin dicapai Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, alinea keempat, yaitu “...ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial..”. Hal ini menunjukkan Negara Indonesia menekankan pentingnya partisipasi aktif bangsa dalam tata pergaulan dunia internasional.

Pasukan perdamaian Indonesia yang saat ini sedang melaksanakan penugasan di Lebanon, baru-baru ini dikunjungi oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.I.P.  untuk mengecek secara langsung situasi dan kondisi Pasukan  yang tergabung dalam  satuan tugas (Satgas) Konga MTF/UNIFIL, di Kapal KRI Usman Harun -359, dan   Satgas Indonesian Battalion (Indobatt) XXIII-L Kontingen Garuda (Konga) United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL).

Baca Ebook