Koopssus TNI, Pasukan Super Elit Pelindung Bangsa | Majalah Tentara Nasional Indonesia

Koopssus TNI, Pasukan Super Elit Pelindung Bangsa


Kategori :
Edisi : Minggu, 1 Juli 2018
Penerbit :

Waspada, Terorisme Terus Mengintai

Setelah komunisme, terorisme merupakan  bahaya laten yang mengancam negara kita yang harus terus menerus  diwaspadai perkembangannya. Ini dibuktikan setelah kejadian rangkaian bom di Surabaya dan Sidoarjo, tak lama menyusul di beberapa daerah seperti aksi teroris di Pamanukan dan Bangil, Pasuruan. Muncul kekhawatiran, ada apa lagi berikutnya? kapan? di mana?.  Meskipun aksi mereka tidak lagi terstruktur secara sistematik, namun diyakini sel-sel mereka masih eksis dan terus beraksi secara sporadis, mencari perhatian dan simpati dari pihak-pihak yang sepaham dengan cara-cara yang jauh dari kata simpatik dan sulit dipahami.

Kekhawatiran terjadinya aksi brutal teroris juga menjadi catatan penting yang harus diantisipasi menjelang perhelatan berskala regional-internasional Asian Games 2018 yang  tak lama lagi akan digelar di beberapa kota di Indonesia.  Dalam event bergengsi tersebut tak hanya melulu berbicara soal kejuaraan olahraga, akan tetapi banyak aspek pasar yang bisa kita “tawarkan” kepada khalayak masyarakat dunia, sebagai contoh pariwisata dan investasi misalnya.   Bidang pariwisata, investasi dan kondusifitas bangsa adalah rangkaian isu yang saling terkait, tak bisa dipisahkan satu sama lain, saling menguatkan secara simultan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kehormatan bangsa. Maka berbicara kondusifitas bangsa, sinergi TNI-Polri memegang peran utama didukung komponen bangsa berkompeten lainnya.

Dari gambaran simpel di atas, tidak ada keraguan lagi, terorisme harus diberantas tuntas  dan “habis-habisan”, sebelum mereka memberantas ideologi kita, Pancasila. Menyikapi tekad ini, Koopsus TNI dengan segala kemahiran dan pengalamannya menjadi salah satu alat negara yang bisa diandalkan. Riak polemik yang sedikit mengemuka terhadap kehadiran Koopsus TNI dianggap hal wajar sebagai ciri sebuah negara demokrasi. Kehatian-hatian memang diperlukan untuk mencegah kesalahan masa lalu. Akan tetapi kehati-hatian tidak boleh berkembang menjadi sikap apriori dan skeptis. 

TNI sangat memahami fenomena psikologis ini, oleh karena itu Panglima TNI berulang kali menekankan perlunya payung hukum yang jelas untuk menjamin profesionalitas TNI, khususnya tugas dan kewenangan Koopsus TNI.   Pada hakekatnya profesionalitas TNI hanyalah untuk membela rakyat dan bangsanya, tidak ada yang lain.  Untuk menjawab ini, serangkaian regulasi perlu ditetapkan dan disempurnakan secara cepat dan tepat. Lebih cepat dan tepat dari aksi terorisme yang terus mengintai. 

Baca Ebook