PPRC TNI Rebut Kembali Kedaulatan NKRI | Majalah Tentara Nasional Indonesia

PPRC TNI Rebut Kembali Kedaulatan NKRI


Kategori :
Edisi : Jum`at, 1 Juni 2018
Penerbit :

Latihan PPRC TNI Tahun 2018

Pasukan pemukul reaksi cepat (PPRC) TNI merupakan Satuan Komando Gabungan TNI yang disiagakan setiap saat untuk melaksanakan tugas pokok sebagai penindak awal terhadap berbagai kontijensi yang terjadi di seluruh wilayah NKRI. 

Pasukan ini  dibentuk  awal tahun 1985,  di bawah komando langsung Panglima TNI, dan diawaki oleh   beberapa unsur satuan dari tiap angkatan, diantaranya :

- TNI Angkatan Darat (TNI AD) Satgasrat (Satuan Tugas Darat) yang beraggotakan Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) dan komandan Brigade sebagai Komandan Satgasrat.

- TNI Angkatan Laut (TNI AL) Satgasla (Satuan Tugas Laut) yang beranggotakan dari Guspurla (Gugus Tempur Laut), Guskamla (Gugus Keamanan Laut) yang terdiri dari Komando Armada Barat, Tengah dan Timur yang lengkap dengan unsur laut, tim pendarat (Marinir) dan lainnya.

- TNI Angkatan Udara (TNI AU) Satgasud (Satuan Tugas Udara) yang bernama Satlakopsud (Satuan Pelaksana Operasi Udara). Dipimpin oleh Pangkoopsau I atau II secara bergantian.

PPRC bertugas melaksananan tindakan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman yang terjadi, yakni menangkal, menyanggah awal dan menghancurkan musuh yang mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Dalam operasinya, PPRC harus memegang prinsip cepat dalam manuver, tepat menghitung kemampuan dan batas kemampuan untuk mencapai sasaran, serta singkat dalam deploitasi kekuatan. Pemahaman ini dinilai penting bagi unsur pimpinan PPRC, karena wilayah operasinya meliputi tiga dimensi, yakni darat, laut dan udara di kepulauan Nusantara. 

Adapun  jenis operasi khusus yang dilakukan PPRC antara lain  : intelijen, analisa, sandhi, penggalangan, sabotase dan pengamanan objek vital.      Mereka dapat melakukan operasi tersendiri (mandiri) atau terintegrasi dengan pasukan lain.

Tema yang diangkat dalam Latihan PPRC TNI Tahun 2018 ini adalah :  “PPRC TNI Menghancurkan Kekuatan Musuh di Pulau Selaru, Timika dan Morotai  Dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Wilayah Nasional”.  

Latihan PPRC TNI ini memiliki nilai strategis berupa Deterent Effect, yaitu efek getar yang mampu meningkatkan kewibawaan dan rasa percaya diri sebagai bangsa Indonesia di mata internasional.  

 

Baca Ebook