LATGAB TNI “DHARMA YUDHA”2019 | Majalah Tentara Nasional Indonesia

LATGAB TNI “DHARMA YUDHA”2019


Kategori :
Edisi : Selasa, 1 Oktober 2019
Penerbit :

Meningkatkan Profesionalisme Prajurit  dan Kemampuan Interoperability  Matra TNI

Sebanyak kurang lebih 12.500 Prajurit TNI dilibatkan dalam Latihan Gabungan TNI tahun ini, tak tanggung-tanggung sepertiga Alutsista TNI renstra 2014-2019 dikerahkan. Bahkan menariknya pesawat tanpa awak (Drone) dikerahkan juga pada latihan ini. Dengan tema “Komando Gabungan (Kogab) TNI melaksanakan Kampanye Militer di Mandala Operasi, dalam rangka Menegakkan Kedaulatan dan Keutuhan Wilayah, Negara Kesatuan Republik Indonesia”, Latihan kali ini menerapkan perang modern yaitu network centric operation atau network centric warfare dengan menggabungkan sistem dari ketiga matra (Darat, Laut dan Udara) yang didukung oleh blackbord nya menggunakan satelit.

Pelaksanaan Latgab TNI 2019 yang bertempat di Puslatpur Marinir 5 Jawa Timur, dengan Sandi Operasi “Dharma Yudha 2019”. Tiap-tiap matra mengerahkan Alutsista tercanggihnya, seperti halnya TNI AD mengerahkan roket Astros andalan Artileri Medan (Armed), TNI AL mengerahkan senjata strategis berkemampuan menyerang yaitu peluru kendali Exocet MM 40 Block-3. Sementara itu TNI AU mengerahkan pesawat tempur strategis Sukhoi Su27/30 Flanker, F16 Fighting Falcon T50i Golden Eagle dan Hawk 109/209 dengan membawa bom mematikan. Komando gabungan TNI Pada Latgab TNI tahun ini didukung oleh beberapa Komando tugas gabungan (Kogasgab), Logistik, Komunikasi Elektronika (Komlek), Perang Elektronika (Pernika), Kesehatan, dan Pasukan Khusus.

Terlihat keprofesionalan para prajurit TNI dalam Latgab TNI kali ini, seperti halnya para prajurit Lintas Udara (Linud)  menunjukan kehebatan dalam melakukan Terjun Taktis (Juntis) merebut sasaran yang dikuasai musuh. Begitu juga dengan Tim Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) dalam melakukan penyusupan melalui infiltrasi senyap terjun ke daerah musuh secara rahasia melalui udara pada malam hari. Tak kalah hebatnya Pasukan pendarat TNI (Marinir) dalam melakukan serangan guna merebut dan menguasai pantai pendaratan yang sudah dikuasai musuh.

            Semua pelaksanaan latihan telah sesuai dengan skenario yang direncanakan, dengan target yang diharapkan yaitu untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan meningkatkan kemampuan interoperability ketiga matra (Darat, Laut dan Udara). Sehingga kesiapsiagaan para prajurit TNI terlihat selalu siap dalam melaksanakan suatu tugas operasi.

Baca Ebook