JAGA KEDAULATAN  NKRI DI TENGAH KONFLIK LCS | Majalah Tentara Nasional Indonesia

JAGA KEDAULATAN NKRI DI TENGAH KONFLIK LCS


Kategori :
Edisi : Rabu, 1 Juli 2020
Penerbit :

TIGA  MATRA SIAP DIGERAKKAN

Laut Cina Selatan (LCS)  yang berada di Kawasan Asia Pasifik tersebut memiliki nilai strategis, ekonomis, dan politis yang sangat tinggi. Bukan hanya itu, kawasan tersebut pun sangat rentan akan terjadi konflik bahkan bisa memicu perang terbuka terhadap Negara-negara yang bersengketa. Ketegangan di kawasan LCS sering kali terjadi, dan bertambah semakin memanas ketika Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) melakukan latihan tempur di LCS tepatnya di Pulau Paracel dengan dalih bahwa jalur perairan LCS yang masuk wilayah Taiwan, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam bahkan perairan Natuna Indonesia adalah masuk wilayah kedaulatan Cina.
Konflik Laut Cina Selatan (LCS) melibatkan negara besar antara Amerika serikat dan Cina, sehingga ketegangan kedua negara jangan membuat kita terprovokasi namun tetap waspada. Ketegangan yang terjadi di Laut Cina Selatan  ditandai dengan meningkatnya kehadiran kapal penangkap ikan dari Vietnam, Malaysia maupun Australia. Selain itu  adanya  kapal survey dan kapal perang dari Cina dan  Amerika Serikat. LCS merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perubahan tatanan politik dunia dewasa ini, hal tersebut juga disebabkan oleh adanya persaingan antara konsep Belt and Road Iniative yang digagas oleh Cina dihadapkan dengan konsep Indo-Pacific yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.  
Kebijakan Pemerintah dalam memandang perkembangan yang terjadi ini, akan menjadi landasan kerja Kogabwilhan I khususnya dibidang  militer dan pertahanan negara sesuai dengan Tugas Pokok Kogabwilhan I. oleh karena itu prediksi ancaman yang dikaitkan dengan ketegangan di LCS akan diperoleh dari instansi yang berwenang dalam menganalisa ancaman seperti Bais TNI dll. Kogabwilhan I telah melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut di Laut Natuna Utara yang melibatkan tiga matra terpadu untuk melaksanakan Operasi Gabungan dalam rangka OMSP. NKRI. Dalam hal ini Kogabwilhan I telah melaksanakan Operasi Gabungan yang melibatkan tiga matra di Laut Natuna Utara dalam rangka mengamankan kepentingan nasional di wilayah perairan ZEEI dengan melakukan pengusiran kapal-kapal ikan Cina yang dikawal oleh kapal Coast Guard Cina pada bulan Januari 2020.
Dalam menghadapi prediksi ancaman di LCS, berpatokan kepada prinsip bahwa Indonesia merupakan  non claimant state, sehingga langkah dan upaya yang dilakukan tetap akan mengacu kepada tercapainya kesepakatan melalui Strategi soft diplomacy dengan mengedepankan penyelesaian secara diplomatik dan strategi hard diplomacy melalui kehadiran Alutsista secara rutin di wilayah Kogabwilhan I untuk mendukung kegiatan soft diplomacy.

Baca Ebook